LintasMalut, Jakarta – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), malui Ketua Harian Rusdi Yusuf, ajak masyarakat Maluku Utara (Malut), untuk mendukung program hilirisasi tambang yang digagas pemerintah pusat.

Rusdi menilai, kehadiran industri pertambangan dan pengolahan mineral di Malut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

dimana, Malut saat ini telah menjadi salah satu provinsi dengan tren pertumbuhan ekonomi paling positif secara nasional, seiring beroperasinya sejumlah proyek strategis nasional di sektor pertambangan dan industri pengolahan.

“Fakta menunjukkan bahwa kehadiran tambang dan smelter di Maluku Utara telah mendorong pertumbuhan ekonomi dan keterbukaan lapangan kerja secara signifikan. Ini harus dilihat sebagai peluang besar bagi kemajuan daerah,” ujar Rusdi, Selasa (3/2/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara secara konsisten mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dan tercatat masuk jajaran teratas nasional, hal tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor industri pengolahan berbasis tambang, khususnya nikel.

Kontribusi sektor ini secara nyata mampu meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat penerimaan daerah dan negara.

Terlepas dari kontribusi positif tersebut, Rusdi menegaskan bahwa dukungan terhadap investasi dan hilirisasi program tersebut harus dibarengi dengan pengawasan super ketat dan partisipatif.

Untuk itu, Pria asal Malut yang memilih berkiprah di ibukota Negara itu menitipkan pesan penting agar masyarakat maupun LSM, OKP, dan ormas perlu memposisikan diri untuk aktif mengawal investasi di pertambangan di malut agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi daerah dan segala dampaknya,.

“Sekarang tugas kita bersama adalah memastikan investasi ini taat membayar pajak, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberdayakan masyarakat, khususnya yang berada di lingkar tambang,” harapnya.

Ia pun tak lupa menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Sebab bagi dia, perusahaan tambang tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan harus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar dan mengutamakan tanggung jawab sosial.

karena itu, perusahaan yang berinvestasi di Malut diminta konsisten membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat lingkar tambang, termasuk melibatkan mereka dalam program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga dampak lingkungan demi keberlangsungan masa depan pembangunan.

“Jika investasi pemerintah, dan masyarakat bisa berjalan seiring, maka hilirisasi tambang bukan hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat Maluku Utara,” tutupnya.(jos/red).