Sofifi,LintasMalut.Com – Perjuangan untuk menaikkan status Sofifi menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) dipandang sebagai perjuangan panjang elemen masyarakat di daratan OBA dari Nuku Sampai Kaiyasa sejak periode Gubernur Thaib Armain Hingga Gubernur Serly, yang semua itu terakumulasi hingga hari ini.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekjend FAPII/Direktur Kornas Japi, Iradat Ismail, bahwa aspirasi rakyat yang sudah bergulir lama tersebut harus ditampung dan diperjuangkan oleh Pemimpinnya. Entah itu Gubernur Maluku Utara saat ini maupun Walikota Tidore kepulauan.
” Sesungguhnya dialektika soal Sofifi juga tumbuh dari akar rumput. Oleh nya itu Pemprov dan Pemkot kota tidore kepulauan diharuskan bergandeng tangan. Karena proses penyampaian aspirasi di ruang publik Terkait DOB Sofifi adalah bagian dari dialektika akar rumput terkait masa depan rakyat Maluku utara terkhusus di daratan 4 kecamatan Oba” Ujar Iradat melalui pres rilis yang diterima LintasMalut.Com (23/07/2025).
Eksponen komite Perjuangan Kota Sofifi itu juga menambahkan, hadirnya kota sofifi sebagai ibukota Maluku utara tidak menghilangkan entitas Kultural serta Historis Sebagai wilayah adat Kesultanan Tidore. justru sebaliknya, DOB Sofifi akan terus memperkuat entitas kultural serta kebesaran heroismenya Kesultanan Tidore yang telah hadir untuk menguatkan posisi kenegaraan kita.
“Untuk Itu harapan besar rakyat Maluku utara terkait Ibukota sofifi diharapkan agar segera di naikan statusnya menjadi Ibu kota sebagaimana tertuang sebagai Amanah UU nomor 46 tahun 1999,pungkasnya,(*)





