Bobong,LintasMalut.Com – Kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan pemerintah pusat mengharuskan Kepala Daerah menyesuaikan berbagai program untuk menyiasati pemangkasan anggaran di daerah.
Tak sedikit Kepala Daerah cari jalan penyesuaian terhadap kebijakan pusat tidak berpengaruh negatif terhadap Misi Kepala daerah itu sendiri.
demikian juga Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sashabila Mus, Anak muda yang menjadi sang Juara di Pilkada Taliabu itu kini tak tinggal diam, ia terus bergerak agar tidak mendapat krisis legitimasi.
Bupati Perempuan termuda ini memulai penyesuaian anggaran dari menggeser program yang dinilai tidak terlalu mendesak untuk dilakukan pada tahun tahun yang akan datang di tingkat OPD hingga menargetkan peningkatan PAD serta menginisiasi inisiatif pusat untuk menghadirkan pembangunan di daerah yang masih tergolong 3T ini.
Sasha sapaan akrab Bupati Kabupaten Pulau Taliabu itu menegaskan, Taliabu memiliki kemampuan anggaran yang jauh lebih kecil dari seluruh Kabupaten di Maluku Utara.
untuk itu, perlu mempertimbangkan dan menginisiasi terbukanya pintu pintu anggaran APBN agar ketimpangan pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu tetap bisa dijawab tanpa harus membebankan anggaran daerah di tengah badai efisiensi tahun 2025 ini.
“Kita akan terus mencari pintu sampai ada yang terbuka dan terus mencari jalan sampai ada yang dapat terakses. Berputar-putar mencari solusi, “tulis Bupati Sashabila Mus pada akun Instagramnya Oktober 2025 belum lama ini
Bupati Sasha mengatakan tantangan menata ulang kabupaten Taliabu saat ini Kau tidak hanya terletak dari adanya pemangkasan anggaran. tantangan lainnya adalah politik anggaran yang dirancang oleh pemerintah sebelumnya terlampau tinggi sementara target PAD pertahun tidak dapat di capai sehingga target yang akan di capai justru jadi. beban.
“Riwayat rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan sekedar dampaknya karena ada yang tidak patuh pembayaran pajak, tapi juga karena kebijakan fiskal, penggelembungan PAD tanpa perhitungan sehingga program setiap tahunnya dirancang di atas “Awan”. Tidak dapat dipijak, karena kemauan tidak didasari kemampuan, “ jelasnya.
untuk itu, Bupati Sasha mengaku telah berkunjung ke Kemenkeu RI untuk meminta arahan agar daerah tertinggal, terdepan dan Terluar seperti Taliabu tidak mengalami kesulitan pertumbuhan di berbagai sektor.
“Kalau tidak ada lagi kesempatan untuk menambah anggaran, maka solusi lain dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan di Taliabu ke depannya, “katanya.
Visi Taliabu smart kini sedang dalam upaya diwujudkan dengan mempersiapkan data data pendukung yang sesuai kondisi daerah.
“Saatnya Taliabu berbenah dan siap membangun di atas data yang nyata dan realistis. Sebuah tujuan itu harus Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-framed (SMART), “pungkasnya
diakui, sebagai Bupati yang baru, pemerintahan Bupati dan wakil Bupati Taliabu memiliki tantangan yang tidak mudah.
selain menghadapi kebijakan efisien anggaran, jejak dan kebijakan pemerintahan sebelumnya mengharuskan pemerintah saat ini untuk menata ulang urusan administrasi dan data yang belum tersedia, meski demikian, satu persatu problem akan dijawab meski diakui banyak tersandung dari batuan sejarah yang tersisa, satu persatu kekurangan akan diupayakan demi. Taliabu yang lebih maju.
putri sulung tokoh Pemekaran Kabupaten Pulau Taliabu, Ahmad Hidayat Mus (AHM) ini tetap meyakini, masyarakat tidak mempedulikan dampak efisiensi yang dihadapi pemerintah daerah saat ini, melainkan Visi dan misi yang di janjikan saat kampanye pilkada sehingga upaya untuk menunaikan janji politik menjadi jalan yang ditempuh.
“Sasha merasa yakin menata ulang reruntuhan apapun yang kita punya menjadi langkah awal. Kalau kurang bahan, ya ke toko bangunan. Tapi, kerja dulu supaya bisa beli, “ tegasnya, (bro).





