Berpose Bersama Usai Saat Kegiatan
BOBONG, LM – Keterbatasan Alokasi anggaran masih menjadi salah satu masalah krusial yang menghambat pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Meski begitu, upaya peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat di Pulau Taliabu terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mulai dari penanganan stunting yang terus dikeroyok instansi pemerintah daerah maupun upaya peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas di bidang kesehatan.
Kendati hingga tahun 2023 ini APBD Taliabu belum mengalami kenaikan sesuai pengajuan perubahan luas wilayah di Taliabu sebagaimana yang dibeberkan Bupati Aliong Mus belum lama ini, hal itu tidak menyurutkan tekad kuat Bupati meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menyediakan rumah sakit modern tahun 2023 nanti.
Rencana Bupati sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Taliabu itu disampaikan saat orang nomor satu di Taliabu itu melakukan kunjungan kerja memantau secara langsung kesiapan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Mandiri Desa Kramat, Kecamatan Taliabu Barat, Sabtu (5/11) pekan kemarin.
“Saya inshaa Allah di tahun 2023, dengan anggaran kita yang serba terbatas ini, kita akan membangun satu rumah sakit modern di Kabupaten Pulau Taliabu, karena ini sangat penting,” bebernya.
Ia mengungkapkan, ketergantungan layanan kesehatan masyarakat dengan rumah sakit di luar daerah selama ini cukup menyengsarakan rakyat mendapatkan layanan kesehatan yang cepat.
Untuk itu, perlu disediakan sebuah rumah sakit layak dan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tahun 2023.
“Bayangkan saja, kita kalau mau rujuk pasien ke Luwuk dengan menggunakan speedboat bisa memakan waktu 4-5 jam, sementara perjalanan kapal memakan waktu satu malam. Untuk itu kita sudah seharusnya berkomitmen dengan DPRD, apapun kita tetap akan paksakan bangun rumah sakit modern di Pulau Taliabu ini,” tegasnya.
Dalam kunjungan kerja yang menggandeng sejumlah kementerian dan Sekretaris BKKBN Provinsi Maluku Utara saat itu, Bupati Aliong juga menaruh harapan besar kepada Kementerian Kesehatan RI agar dapat memperhatikan kondisi tersebut.
“Harapan saya, bisa ada bantuan dari pemerintah pusat,” harapnya.
Adapun perwakilan lembaga yang berkunjung bersama Bupati Aliong di BKB Mandiri Desa Kramat siang itu antara lain kepada Direktur BKB BKKBN Pusat, tim Ditjen Bina Desa Kemendagri, tim Kemendes dan tim BKKBN Maluku Utara.
Sumber : Tandaseru/Adv




