Bobong,LintasMalut.Com – Tak ada Rotan, Kayu pun jadi. Pepatah bijak itu seperti layak dialamatkan pada kreativitas masyarakat dan Pemerintah Desa Nggoli Kecamatan Taliabu Selatan, juga Bhabinkamtibmas setempat yang dengan gigih membangun jembatan penghubung antar Desa Nggoli – Kawalo sekaligus Nggoli – Bahu demi kepentingan umum.

Kepala Desa Nggoli, Kecamatan Taliabu Selatan, Asiz Fataruba ketika dikonfirmasi LintasMalut.Com mengakui bahwa tidak semua masalah yang terjadi di masyarakat dapat terjawab dengan kemampuan APBDes yang bergulir di Desa, untuk itu partisipasi masyarakat dan pihak terkait sangatlah dibutuhkan untuk bersama sama menjawab setiap tantangan di Desa.

Kades Nggoli Asiz Fataruba Bersama Bhabinkamtibmas dan warga Desa Nggoli, sukses Bangun Jembatan Darurat

Untuk itu dengan adanya kegiatan bersama Bhabinkamtibmas serta peran masyarakat untuk membangun jembatan penghubung antar desa, dirinya sangat memberikan apresiasi dan dukungan penuh untuk menjawab satu persatu masalah di Desa Nggoli yang telah hampir setahun ia pimpin.

Sebab kata dia, desa Nggoli sebagai salah satu titik jalur lintas menuju Ibu kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu, akan menjadi masalah bersama jika penghubung di desa itu terputus, sehingga ketersediaan jembatan penghubung di desa Nggoli tidak sekedar memberikan rasa aman bagi warga Nggoli melainkan warga Taliabu secara umum yang menempuh jalur di jembatan tersebut.

” Alhamdulillah atas partisipasi masyarakat dan kepekaan Bhabinkamtibmas, pemerintah Desa pun sangat terbantu menjawab satu persatu tantangan pembangunan yang ada di desa Nggoli, secara pribadi saya ucapkan kepada semua pihak yang terlibat termasuk pak Bhabinkamtibmas di Nggoli – Kawalo karena atas keterlibatan dan keinginan kuat untuk membuat jembatan darurat penghubung desa yang ada di Desa Nggoli” Ucapnya (30/03/2026).

Ia berharap, dengan adanya gotong royong dan hasil kerja maksimal jembatan di desa Nggoli dapat membantu masyarakat pengguna jalan dan jembatan yang ada, hal tersebut sekaligus diharapkan menjadi catatan penting bahwa partisipasi publik untuk menciptakan pemerintahan yang responsif sangat di butuhkan untuk tetap menanamkan budaya Gotong royong demi kepentingan bersama.

“Semoga pengguna jembatan ini bisa merasakan secara langsung hasil gotong royong dan membuka mata kita semua bahwa di zaman kekinian pun diperlukan gotong royong untuk kepentingan bersama” Pungkasnya.

diketahui, dari Musrenbang Desa ke musrenbang kecamatan hingga ke Rancangan APBD, selalu melewati kepentingan masyarakat yang urgen karena keterbatasan anggaran Daerah yang lebih besar terhadap belanja pegawai. Walhasil, tak sedikit kebutuhan di masyarakat tidak dapat dijawab melalui APBD maupun APBDes. ketidak seimbangan keuangan dan kebutuhan riil masyarakat itu kerap di jawab oleh masyarakat maupun pemerintah Desa dengan bergotong royong.

Dengan begitu, Gotong royong yang di pimpin langsung kepala Desa Nggoli Asiz Fataruba dalam hal menyediakan jembatan penghubung di Desa Nggoli perlu mendapat apresiasi dan pelajaran bagi semua, (bro/Pn).