Ternate,LintasMalut.Com – Karteker Ketua Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara, Rusdi Yusuf, menilai Sarbin Sehe adalah figur yang tepat untuk memimpin IKA PMII Malut. dari rekam Sarbin yang cukup panjang dalam pergerakan, O2 Malut itu dinilai mampu mengayomi seluruh alumni dan kader aktif PMII di Maluku Utara.
“Dengan kapasitas beliau sebagai Wakil Gubernur, tentu akan lebih mudah membangun sinergi antara alumni dan kader, serta memperkuat kontribusi IKA PMII dalam pembangunan daerah,” ujarnya, rabu (13/08/2025).
kepemimpinan IKA PMII di bawah figur publik dengan posisi pemerintahan strategis, Kata rusdi, dapat membuka ruang lebih luas bagi organisasi untuk berperan dalam kebijakan publik.
diketahui, Muswil IKA PMII Malut yang sebelumnya akan digelar 29 Agustus 2025, dipending hingga Oktober 2025, hal ini untuk menyesuaikan dengan agenda Ketua Umum IKA PMII Fathan Subchi ke Maluku Utara. Nama Sarbin Sehe disebut sebagai salah satu kandidat terkuat dalam bursa calon ketua, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan terkait kesediaannya maju.

Karteker Ketua Wilayah, Rusdi Yusuf menyayangkan pernyataan Gafar Tuanane terkait posisi Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IKA PMII Malut.
Menurutnya, pernyataan keberatan Gafar Tuanane yang menyebutkan keikutsertaan wagub Sarbin Sehe sebaiknya tidak ikut bertarung dalam Muswil IKA PMII Malut secara politik justru akan menurunkan level seorang wagub dan menyarankan agar Sarbin lebih mengambil posisi strategis sebagai Ketua Partai PKB Maluku Utara. dengan asumsi PKB sebagai salah satu partai pendukung pasangan Sherly Tjoanda–Sarbin Sehe dalam Pilgub 2024 lalu.
Rusdi Yusuf yang juga pengurus Harian DPP KNPI itu menilai pernyataan Gafar Tuanane tidak berdasar. Ia menyandingkan di sejumlah daerah, justru IKA PMII dipimpin oleh tokoh-tokoh politik dan pemerintahan dengan jabatan strategis.
“Di Sulawesi Barat, ketua IKA PMII adalah gubernur. Di Jambi, ketuanya wakil gubernur. Bahkan di beberapa kabupaten/kota, posisi ketua IKA PMII dipegang oleh bupati atau wali kota. Jadi, tidak ada istilah turun level hanya karena memimpin organisasi alumni,” tegas Rusdi.

“IKA PMII adalah wadah silaturahmi dan pengabdian. Jika dipimpin tokoh sekelas Wakil Gubernur, ini justru menjadi modal besar untuk menggerakkan program dan memajukan organisasi” Tutupnya,(Jos).





